Di Indonesia, sulih suara bukan hal yang baru. Banyak film layar lebar Indonesia yang pengisian dialognya dilakukan di dalam studio dan banyak suara bintang film tersebut diisi bukan oleh suaranya sendiri.
Usia penyulihsuaraan program asing di televisi sudah dimulai pada tahun 90-an. Film Escrava Issaura, yang disulihsuarakan oleh orang-orang Indonesia yang bekerja dan tinggal di Malaysia, adalah yang pertama dan ditayangkan oleh TVRI.
Pada 30 April 1996, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Prof. Dr. Ing Wardiman Djojonegoro, menggunakan kata alih suara untuk menyebut proses pengalihan suara bahasa film asing ke bahasa Indonesia.
Namun dalam “seminar sehari meningkatkan mutu sulih suara” di Pusat Bahasa pada tanggal 24 Juni 1996, disepakatilah penggunaan kata “sulih suara” untuk menyebut proses pengalihsuaraan bahasa film asing ke bahasa Indonesia.